Kematian! Kematian!
Apa sebetulnya yang perlu ku tangisi?
Fisik mu yang hilang, takutkah aku lupa?
Bukankah jiwa mu kan tetap tinggal, tetap hidup selamanya?
Sungguh aku tak pernah lupa terhadap diri mu!
Karena aku masih dapat merasakan mu, walau entah kau berada dimana
Rupa, dan ucapan-ucapan mu terdahulu tetap terngiang dalam kepala
Dan sepertinya, perihal tentang mu sudah terjawab semua
Dan ku tahu kau tiada karena memang sudah tepat pada waktunya
Lalu? Sebetulnya apa yang perlu aku tangisi?
Mengapa tangisan ku makin lama makin meraung?
Mengapa tangisan ku makin lama makin menusuk kuping orang-orang?
Mengapa tangisan ku mulai memasuki empati orang secara mendalam?
Bintang Adamas
Ditulis, Rabu, 18 Mei 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar