Kamis, 22 September 2011

Bingung

Dinamika pemikiran manusia yang terhambat oleh indoktrinasi yang membelengu selalu membingungkanku. bagaimana bisa orang menerima suatu hal yang irasional, walaupun dapat disangkal secara logis, dan tetap membiarkan pemikiran irasional tersebut membatasi daya fikir kita dengan membuatnya memiliki garis batas psikologis. Ya, mungkin aku juga dulu seperti itu, dari kecil itulah yang diajari dan dipercayai. Ibarat peletakan batu pondasi pertama dalam otak, demi membentuk pengetahuan dasar terhadap dunia. Tapi, sepertinya pondasi tersebut tidak cukup kokoh dan juga proporsional, atau ada suatu hal yang menyebabkan kontradiksi yang dapat mengalahkan kekokohan-nya, atau mungkin, entahlah.

Aku tidak mengetahui saat yang pasti bagaimana transisi tersebut terjadi, karena hal tersebut terjadi melalui proses dan tahapan yang tak tentu. Mungkin saja hal tersebut terbentuk secara perlahan, dari tiap tetes pengetahuan yang merintik, dan tertadah selalu dalam suatu sistem aliran, dimana pada akhirnya dapat meleburkan pondasi yang terbilang kongkrit, merubahnya menjadi sungai pemikiran yang terus mengalir, memuaskan rasa keingintahuanku akan kenyataan melalui pandangan yang lebih universal, dalam posisi netral. Ah, tapi itu cuma kiasan yang aku buat-buat, buah hasil dari penggalian ke dalam kepalaku sendiri yang bila ditilik, yang muncul hanya luapan opini, dan masih harus dilihat dari suatu segi pandangan, dimana kenyataan masih semu dikarenakan perbedaan perspektif dalam menyatakan kebenaran dan juga sebaliknya, menimbulkan kebingungan dalam pemikiran dimana berbagai hal masih terbilang rancu.



Bintang Adamas
Ditulis, Kamis, 22 September 2011