Rabu, 18 Mei 2011

Paceklik Menuju Akhir Detik

Hidup indah musnah, menghadapi paceklik
Nada sopran dan tenor pun melengking
Kian lama, kian menanjak dan makin memekik
Hawa panas yang mendalam, bibir pun mengering
Nafas juga tersangkut, mentok di batang tenggorokan
Onggokan-onggokan perlahan menghilang,  tertinggal hanya tulang benulang
Berbaring, lesu, tiada tenaga di bawah matahari terik
Mata ku meratap ke langit-langit atap bumi
Sungguh ku tak peduli, mungkin aku lupa diri akan apa yang sebetulnya terjadi 
Sambil menunggu burung-burung bangkai datang,
Ku bernyanyi dan bernyanyi
"Naik.. naik ke puncak gunung. Tinggi.. tinggi sekali..."
Berharap mereka cepat datang, dan tidak telat
Tidak telat mengantar ku ke Kahyangan
Atau.. Entahlah...
Mungkin Naraka...



Bintang Adamas
Ditulis, Rabu, 18 Mei 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar