Selasa, 19 April 2011

Penuntun

Timbul satu persatu, terlahir sebagai penuntun

Menuntun para buta arah, orang orang yang tak mengetahui jalan

Lambat laut, makin banyak para kaum penuntun

Tercipta peta, bukan terlahirkan sebagaimana mestinya

Makin banyak-nya, bisa dibilang semua, tak mau kalah oleh sesama

Sesampai pada titik dimana tiap penuntun mempunyai jalan sendiri

Hingga tiada yang mau dituntun, tercerai-berai oleh masing-masing persepsi

Menjalani setapak yang berbeda-beda, ada yang tersesat, ada yang sampai

Namun, tetap saja, sesama terlupa oleh benak masing-masing dari mereka




Bintang Adamas
Ditulis, Rabu, 20 April 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar